kisah inspiratif "alitt susanto"


Alitt Susanto
Seorang penulis buku yang lahir di kota Sragen pada tanggal 1 Oktober 1987. Ia dikenal banyak orang lewat buku yang ia tulis, berjudul “Relationshit”. Buku itu sempat juga difilmkan pada tahun 2016. Dia bukan hanya seorang penulis buku. Ia juga memiliki chaenel youtube yang berkonten tidak hanya tentang menulis buku tetapi tentang hobinya berkendara motor.
Saya menceritakan kisah “Alitt Susanto” karena saya terinspirasi dari cerita perjalanan hidupnya yang sangat panjang dan memiliki pelajara hidup yang dapat saya petik. Seperti yang ia ceritakan pada videonya di bawah sini. Disitu ia menceritakan pengalaman hidupnya dari lahir sampai sekarang.
Ia dilahirkan dari keluarga yang sederhana. Bapaknya bekerja sebagai petani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga saat itu. Namun, pada usia 4 tahun kedua orang tuanya harus berpisah. Dan ia terpaksa diasuh oleh neneknya di Sragen, Jawa Tengah, serta ibunya terpaksa harus mencari nafkah di Batam sebagai tukang jamu, ibunya mengambil pekerjaan itu karena harus membiayai Alit dan neneknya di kampung.
Alitt sendiri termasuk anak yang pandai di sekolahnya, pada saat SMP ia mendapat juara dalam bidang debat bahasa inggris, namun saat itu ia tidak merasa senang karena tidak ada yang mengapresiasikan kepandaiannya. Setelah lulus SMP, ia melanjutkan sekolah di STM di daerah kotanya. Semenjak itu , Alitt menjadi anak yang brandal, ia sering berjudi dan sempat tersangkut narkoba dengan iming-iming dapat berimajinasi dengan khayalannya sendiri. Pada akhirnya ia berhutang dimana-mana. Ia menjadi anak yang sangat Bengal. Karena hal tersebut, ibunya terpaksa pulang ke kampung untuk mengurus Alitt. Namun Alitt malah membuat ibunya terus menangis, karena saat ibunya menangis ia merasa ibunya merasakan kesedihan yang ia rasakan saat kecil dulu.
Pada suatu ketika, di bulan Ramadhan. Ibunya membangunkan Alitt untuk sahur. Tapi ia menolaknya dengan kasar. Ia justru ingin pergi untuk melakuan balap liar. Sempat ibunya melarang, namum ia tetap ngeyel dan malah membantah, lalu ibunya menyuruh untuk memakai helm, namun ditolaknya dengan kasar. Dan tidak disangkanya, ia menabrak sebuah mobil, seketika ia langsung koma tak sadarkan diri. Ibunya membawanya ke rumah sakit untuk dirawat dengan intensif. Setelah ia bangun ia melihat badannya yang sudah tidak karuan. Mukanya sudah tidak ada bentuknya, badannya kacau entah bagaimana. Setelah 3 minggu dirawat dirumasakit, ia baru menyadari bahwa kasih sayang ibu yang belum ia rasakan dulu, didapatkannya waktu itu.
 Setelah pulang, dengan keadaan muka yang masih belum normal dengan kelopak matanya yang hilang. Ia menjadi bahan cemooh tetangga dan kawan-kawannya waktu itu, namun tak digubris olehnya.
Tidak ada yang tahu ternyata uang yang dibayar ibunya untuk perawatan rumah sakit alit ternyata hasil dari hutang di bank. Alit merasa bahwa ia harus membayar hutang ibunya itu suatu saat nanti. Karena hal tersebut, ibunya kembali bekerja di batam untuk membayar hutang hutan mereka. Selama 3 tahun hutang tersebut dapatdilunasi oleh ibunya. Setelah lunas, sempat ibunya menyuruh alit untuk oprasi sekali lagi , agar wajahnya semakin semourna. Namun ditolak oleh alit agar ibunya tidak susah meminjam uang di bank lagi.
Setelah kejadian besar tersebut, Alitt sadar bahwa hidupnya harus ia rubah agar bias membahagiakan sang ibu. Mimpinyapun muncul. Ia berpamitan kepada ibunya untuk melanjutkan sekolah di Yogyakarta, walau ia mendapat ejekan “buat apa anak buruk rupa itu bersekolah kebali” namun ia tetap tak menggubrisnya. Hidupnya cukup berat saat itu. Ia rela sekolah di pagi hari dan bekerja di malam hari. Hobi menulisnya tumbuh karena ia sering menuliskan hal-hal yang terjadi saat itu melalui diary kesehariannya.
Suatu ketika, Salah seorang temannya memuji cerita yang ada di dalam diarynya tersebut. Usahanya yang saat itu ia kerjakan membuat buku untuk diterbitkan. Namun di tolak olrh penerbit sampai 12 kali. Namun ia masih terus menulis dan berusaha agar tulisannya diterima oleh seorang penerbit. 2 tahun berlalu, buku pertamanya resmi diterbitkan, walau memang sempat tidak laku. Tak berhenti di situ. Ia mencoba menulis buku berjudul “Releshionshit” . dan boom! Berhasil meledak dan sempat juga dibukatkan film dengan judul yang sama. Semenjak itu kehidupan Alitt berubah 180 derajat dari sebelumnya.
Impian-impian yang dulu hanya ditulis pada sesobek kertas mulai terwujud. Dan keinginan untuk belajar menulis dari penulis ternama tersampaikan. Yaitu belajar menulis dari Raditya Dika. Saat-saat indah itu membuat Alitt semakin bersemangat. Ia berhasil engoperasikan ibunya karena sakit katarak. Dan membangun rumah di batam untuk di diami oleh ibunya yang sempat sakit karena dilarang bekerja oleh Alitt. Masih banyak lagi impian yang ia tulis pada note dream yang sudah terwujud saat ini.
Begitulah cerita yang alit sampaikan. Yang membuat saya termotivasi dan kembali bersyukur. Pelajaran satu lagi yang saya dapatka atas apa yang diberikan Allah swt saat ini, usaha apapun yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh akaan mendapat hasil yang tidak mengecewakan. Sekian yang dapat saya sampaikan. Jika ada salah-salah kata dan kalimat yang kurang berkenan dihati anda, saa mohon maaf. Bukannya gimana-gimana wong ya saya bukan seorang penulis yang handal. Saya hanya mengerjakan tugas yang diberikan guru saya:” dan jangan lupa like dan komen jika ada yang ingin disampaikan tentang tulisan saya. Terimakasih:>

Komentar

  1. Menginspirasi, kurangi typo ya:v

    BalasHapus
  2. Jane kisah ku og , englo lak menginspirasi banget :v

    BalasHapus
  3. Kisah yang Bagus dapat menginspirasi dalam kehidupan kita 👍

    BalasHapus
  4. Sangat menspirasi

    Kunjungi my blog riobayu123.blogspot.com

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Sangat memotivasi,tingkatkan:)

    BalasHapus
  7. Menginspirasi bngtt,mbakk👍👍

    BalasHapus
  8. Di tunggu post berikutnya kak :D

    BalasHapus

Posting Komentar